🪀 Cerpen Antara Sahabat Dan Cinta
Unsurintrinsik cerpen tentang persahabatan sendiri dapat dibagi menjadi beberapa bagian yakni: tema, tokoh, latar, alur dan lain sebagainya yag akan kita bahas setelah membaca cerpen persahabatan dibawah ini. Mari kita ingat pulang berita yang kita dapat dalam artikel sebelumnya yang berjudul Teks Cerpen (pengertian, Ciri, Struktur, Unsur, Dan
Cerpenpersahabatan sama halnya dengan jenis-jenis cerpen yang lainnya, hanya saja tema yang dibahas berkaitan dengan kisah persahabatan. Cerpen sendiri merupakan cerita pendek yang membahas sebuah cerita dengan konflik yang sederhana dan juga ringkas. Biasanya konflik yang dipaparkan tidak memiliki penyelesaian yang rumit sehingga tidak membutuhkan penceritaan yang panjang.
CINTAITU SOAL KETULUSAN Dion dan Rani merupakan sahabat semasa kecil. Cerpen antara sahabat dan pena cerita mirip apr contoh cerpen persahabatan beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik contoh cerpen singkat beserta sinopsis dan unsur intrinsik contoh cerpen pdf bab analisis kumpulan cerpen kamu sadar saya mirip analisis kumpulan cerpen kamu
ANTARAPERSAHABATAN & CINTA Karya oleh : " D'aNgeL oF RizVia " SMP Nusa Bangsa yang semula terkesan damai dan syahdu, tiba-tiba pecah oleh hiruk pikuk para siswa. Semua pintu kelas telah terbuka lebar untuk siswa-siswi yang akan kembali ke rumah. Mereka tampak saling berebutan menuju halaman sekolah.
Sempatlahterjadi mis komnikasi antara aku juga marchel. Entah kenapa dirinya menjauhi diriku, aku pun tidak tahu apakah alasannya. Cerpen Persahabatan dan Cinta Singat Paling Baru di atas itu yang dapat kami berikan untuk anda semua serta jika anda mempunyai cerpen persahabatan smp silahkan saja berbagi saja bakal kami post tetapi dengan
CerpenCinta - Ada Cinta Diantara Persahabatan Blog Kumpulan Cerpen, Cerita Romantis Mengharukan, Ungkapan Penyejuk Hati, Karya Harist Irwinsyah Pada saat Lisa melihat pertengkaran antara sahabat dan pacarnya itu, Sial waktu itu Vino ingin memukul Gio. Tetapi Lisa pun tidak percaya kalau sahabatnya melakukan seperti itu. Lisa melerai
SAHABAT DAN CINTA * Nay mencoba mencari nama "Pengembara Cinta" seorang penulis karya puisi dan cerpen pujaan nya di jejaring social dan akhir nya menemukan nya dan langsung meng Add nya.,,,Nay adalah salah satu pengagum karya nya Rayhan. Rasyid tak tahu kalau sebener nya antara Nay dan Rayhan sudah saling kenal, Rayhan merasa
AntaraCinta dan Persahabatan Cerpen Karangan: Nur'ani Ramadhani Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja. Lolos moderasi pada: 9 September 2020. Namaku Naura Gintany, hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah, aku sekolah di SMAN Sakura.
Mohandimaklumi ya, soalnya kau baru pertama kali membuat cerpen yang menceritakan kisah cinta antara sahabat dengan pacar. Ok mari kita mulai. Persahabatan antara aku dan Ryan tak rusak sedikit pun. Masalah cinta ini tak mampu meretakkan persahabatan mereka. Diposting oleh Unknown di 23.58 Tidak ada komentar:
. Cerpen Karangan SelawatiKategori Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 6 May 2019 Cinta itu bisa datang kapan saja, terkadang hati ini bingung untuk memilih cinta ataupun persahabatan. Banyak orang lebih memilih orang yang dicintainya dibandingkan memilih sahabat. Cinta juga bisa membutakan seseorang. Sehingga pertengkaran timbul ketika cinta itu datang dan merusak sebuah persahabatan. Tapi tidak dengan gue dan berbeda dari kisah-kisah sebelumnya. Nama gue Renata, gue biasa dipanggil Rere oleh teman-teman sekelas gue. Gue mempunyai seorang sahabat yang bernama Tisya. Kita bersahabat sejak memulai masuk sma, kita selalu akur, mengerjakan tugas bersama, jalan bareng, dan dari sekian perjalanan mengenai persahabatan kita, gue dengan Tisya gak pernah berantem sama sekali. Eemmm selain Tisya ada juga Andra, dia juga sahabat gue sama seperti Tisya tapi bedanya Tisya itu perempuan dan Andra itu laki-laki, hehee. Sejak masuk sma Andra itu sudah menyimpan rasa sama gue, tapiii gue belum bisa mempunyai rasa yang sama seperti Andra. Berbagai cara yang Andra lakukan demi merebut hati gue, sayangnya hati ini telah dicuri oleh seseorang yang belum lama gue kenal. Gue tau dia memang enggak menyukai gue, tapi mengapa hati ini selalu tertuju padanya dan akhirnya gue lebih mengetahui siapa yang lebih pantas ada di dalam hati ini. Waktu itu, Bel sekolah berbunyi, hari ini adalah hari senin saatnya jadwal Upacara di sekolah. “Yuuu Tis kita ke lapangan hari ini kan upacara!” “Ayu, tapi makanan gue belum abis re” sambil menyuapkan nasi besera lauknya dari tempat nasinya “ya ampun loe mah mah makan mulu kerjaanya Tis” sambil merasa gelisah takut telat berbaris Tisya langsung membereskan makanan dan minumannya. Lalu gue menarik tangan Tisya hendak berjalan menuju lapangan. Dikarenakan kelas gue ada di lantai 3, gue jalan cepat dengan terburu-buru. Huhhhh untung saja upacara belum di mulai, gue dan Tisya kali ini berkesempatan ada di barisan depan. Dari lapangan terlihat seorang anak laki-laki yang belum gue kenal namanya, dari situ timbulah rasa penasaran gue dan akhirnya gue bertanya dengan cowok yang ada di sebelah gue. “Hey, itu siapa ya? kayanya baru liat gue!” “Enggak tau, anak baru kali” Tisya ikut-ikutan penasaran dan Tisya menyolek sambil berbisik-bisik kepada gue. “Re, itu siapa sih? Lu kenal sama dia?” “Enggak!” “Ganteng yaaa?” sambil senyum-senyum gitu sih ngomongnya “apaan sih Tis! biasa ajah kali!” Tanpa disadari ternyata kepala sekolah melihat kita berdua sedang ngobrol dan akhirnya gue diperintahkan untuk menjadi protokol. Sesampai di depan mic dan berhadapan dengan siswa/siswa sekolah gue, lagi-lagi gue melihat cowok yang barusan aja diomongin sama Tisya. Emang ya gak bisa dipungkiri ternyata emang tuh cowok ganteng banget. Upacara pun siap dimulai, gue langsung membacakan “Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Hari… Tanggal… Tahun… siap di mulai” Tidak lama kemudian… Upacarapun telah selesai, barisan dibubarkan dan semua murid masuk ke kelas masing-masing. Ketika gue hendak naik anak tangga, tidak sengaja gue terpeleset dan jatuh. Malu banget rasanya, ingin memanggil Tisya tapi tiba-tiba suara ini jadi serek. Ketika ingin bangun, gue melihat uluran tangan seseorang yang ingin membantu gue bangun dan ternyata… dia lagi, dia lagi. Tapi yaudahlah gak papa dari pada gue tolak niat baik anak baru itu. Aduhhhh, ternyata Tisya melihat gue, gue jadi malu sama Tisya dan anak baru itu. Karena itu Tisya jadi balik lagi ke tempat dimana gue jatuh tadi, dan menarik tangan gue. “Loe tuh kecentilan banget sih?” “Apaan si? orang gue jatuh terus dia nolongin gue, abis gue udah manggil loe, loe malah gak denger!” Suasana kelas masih ramai dikarenakan guru belum masuk ke kelas, tapi suasana itu berubah menjadi sepi ketika Pak Joko datang dengan membawa anak baru. Gue sedang menunduk, tapi Tisya tiba-tiba agak rempong dan mulai membicarakan hal itu lagi. “Re, re, re, rereeeeeeee!” sambil menyolek pundak gue “Apaan sih tis?” dan gue langsung menengok ke arah Pak Joko, lagi-lagi gue tersipu malu saat melihat anak baru itu lagi, tapi di sisi lain Tisya yang malah menjadi salah tingkah ketika melihat anak baru itu. Lalu anak baru itu memperkenalkan dirinya di depan kelas, ternyata namanya adalah Danar. Ketika ia sudah memperkenalkan dirinya, Pak Joko menyuruhnya duduk di samping gue. Eeemmm inimah namanya “Pucuk dicinta, ulam pun tiba” gue hanya bisa tertawa di dalam hati saja. Danar tersenyum ketika melihat gue, dan gue membalas senyuman Danar. Huhhhh ternyata ketika gue melihat ke arah Tisya, Tisya sedang senyum-senyum dengan Danar itu tandanya Danar gak tersenyum sama gue, tapi sama Tisya. “Yaudah lah gak papa” Bel istirahatpun berbunyi, Tisya istirahat di kelas sedangkan gue diajak ke kantin oleh Andra “Re, jajan yuu!” “Bentar yaa ndra, gue mau ngajak Danar ke kantin juga!” Danar yang masih sibuk menulis, belum juga beranjak ingin pergi ke kantin Akhirnya gue ke kantin hanya berdua dengan Andra, yaa di karenakan Danar enggak mau diajak ke kantin bareng gue. Ketika gue hendak makan di kantin dengan Andra tiba-tiba gue melihat Danar yang sedang ingin memesan makanan di kantin bersama Tisya. Dan gue pun langsung menghampiri mereka berdua. “Tis, loe bukannya bawa makan yaa?” “yaa emank, gue ke sini cuma mau nganterin Danar kok!” Langsung saja gue mengajak Danar makan satu meja dengan gue dan Andra, sedangkan Tisya dia hanya memesan minuman saja. “Tadi, kenapa gak barengan ajah ke kantinnya bareng… gue!” “Yaa tadi kan gue masih nulis, gak bagus juga kalo menunda-nunda pekerjaan!“ Andra malah pura-pura batuk ketika melihat gue dengan Danar ngobrol. Setelah semua makanan sudah habis Danar mulai menanyakan hal-hal yang belum Danar ketahui. “Oh yaa, gue kan belum tau nama kalian, kecuali Tisya udah kenal!” Sambil tersenyum kepada Tisya dan Tisya membalas senyuman Danar. Gue memperkenalkan nama gue ke Danar dengan gaya yang sok kenal sok deket gitu deh. Selanjutnya Andra yang memperkenalkan diri kepada Danar dan Andra menjelaskan bahwa kita bertiga bersahabat sejak kita masuk sma. Kata Andra, “Kecuali kalo Rere mau jadi pacar gue, baru statusnya berubah!” “Apaan sih Andra?” gue sambil mencubit pinggang Andra Sedangkan Danar dan Tisya hanya tertawa ajah, dan sejak itulah Danar mulai bergabung dan mulai menjalin pertemanan dengan kita bertiga Ketika pulang sekolah gue jadi ngerasa gak mood dan ingin pulang sendirian. Tapi Andra ngajak gue pulang bareng naik motornya. Andra memaksa dan mengejar-ngejar gue, tapi tetap gue lebih memilih pulang sendirian dan Andra menuruti apa kata gue. Dari kejauhan Tisya memanggil gue, gue pura-pura gak denger dan jalan terus, tidak lama kemudian Tisya menghampiri “Re, gue panggil juga!” Gue hanya diam saja, Tisya bertanya-tanya dan gue hanya menjawab “Gue lagi gak mood Tis, ngerti kan?” Lalu Tisya bertanya kepada Andra tapi Andra tidak mengetahuinya. Danar memanggil Tisya dari belakang dan mengajak Tisya pulang bareng. Berhubung rumah Tisya dan Danar gangnya agak berdekatan, Tisya mau. Eemmm karena sebelumnya mereka telah bertanya-tanya. Gue menengok ke belakang, mood ini pun semakin berkurang, gue memutuskan untuk lari dari mereka. Saat di rumah entah mengapa gue selalu teringat Danar, tapi sedikit kesal saat teringat Tisya dekat dengan Danar. Terdengar dari ruang kamar ada yang mengetuk-ngetuk pintu rumah gue “tok, tok, tok! Assalamualaikum Rere” “waalaikum sallam!” Saat gue membukakan pintu, ternyata Tisya dan dan Andra yang datang ke rumah. Mereka sudah berganti pakaian dan mereka menanyakan hal yang di sekolah tadi. Gue pura-pura menyimpan semuanya akhirnya gue dan Tisya seperti biasa lagi, kita memulai canda tawa lagi, tapi Tisya menanyakan sesuatu. “Apa jangan-jangan tadi loe gak mood gara-gara gue deket sama Danar?” “Enggak lah, apaan sih?” gue mendorong pundak Tisya dan sambil tertawa dan seolah tidak ada apa-apa. “Sudah, sudah!” Andra ikut berbicara “Gimana kalo kita rayain persahabatan kita ini, kita makan, nonton atau apa kemana gitu?” “Eemmm boleh, tapi ajak Danar ya?” sahut gue “boleh…!” jawab Tisya Sepulang sekolah kita sudah merencanakan untuk pergi nonton, dan kebetulan ada film yang gue suka pemainnya. Pulang kerumah, berganti pakain, dan cussss otw nonton. Sebelum pulang sekolah gue dan temen-temen sepakat untuk ketemuan di taman dekat rumah gue. Tidak sesuai rencana, yang tadinya kita berempat sepakat untuk naik angkot, tapi Danar malah membawa motor dan membonceng Tisya. “Aduh, lagi-lagi Tisya sama Danar”. Tidak lama kemudian Andra datang dan membawa motor juga, Andra turun dan menjelaskan semuanya, sebelum gue marah duluan. “Re, maaf ya! gak sesuai kesepakatan. Tadi Danar nelpon gue katanya kita naik motor ajah, ya udah akhirnya gue bawa motor deh!” “ya udah, ya udah… terserah kalian ajah deh!” Dengan sangat berat hati, Danar membonceng Tisya dan Andra udah pasti membonceng gue. Rasa iri, kesal, sakit hati, bercampur jadi satu. Cuma bisa diam saat melihat mereka berdua. Ketika hendak beli tiket, yang yang mengumpulkan uangnya jadi satu agar Andra saja yang membelikan tiket, tapi gue gak dimintain uang tiket oleh Andra, malah dibayarin sama dia bahkan Andra membelikan gue pop corn dan minuman buat gw “Begitu baiknya hati Andra” dalam hati, gue berucap. Sementara Danar dan Tisya, dia malah asik ngobrol berdua dan gue malah diabaikan. Ya udahlah, gak papa untuk kesekian kalinya. Kita berempat akhirnya masuk dan duduk. Gue bersebelahan Andra dan Tisya bersebelahan Danar. Film sudah dimulai, ketika gue tertawa saat sedang menonton, Andra menengok kearah gue sambil tersenyum, dan gue membalas senyuman Andra. 2 jam sudah terlewatkan, film pun sudah selesai Kita berempat siap-siap untuk pulang, Danar mengajak kami untuk makan dulu sebelum pulang tapi gue menolak dan ingin langsung pulang saja. Di tengah jalan kita berempat terpisah, motor Andra belok kanan dan Danar belok kiri. Gue bilang ke Andra agar mengendarai motornya agak cepat, karena ingin buru-buru sampai rumah dan menyendiri. Akhirnya sampai juga, tapi Andra bertanya penasaran karena gue yang suka tiba-tiba hilang semangat. “Loe kenapa sih re? suka jadi gak semangat gitu?” Karena Andra bertanya seperti itu, gue mengajak Andra untuk duduk dulu di taman dan menceritakan semuanya dengan Andra mengenai apa yang gue rasa saat di depan Danar dan betapa irinya gue saat melihat Danar dekat-dekat dengan Tisya. Tiba-tiba kepala gue pusing, dan gue memberhentikan pembicaraan dan gue istirahat di rumah. Dering handphone gue berbunyi, ternyata Tisya yang menelepon gue. “Ada apa ya Tisya menelepon?” gue bertanya-tanya sendiri dan langsung mengangkat telepon dari Tisya “Halo, iyaa Tis kenapa?” “Re pokonya hari ini gue seneng banget, to the point ajah ya re!” Tisya menceritakan bahwa Danar mengungkapkan bahwa ia menyukai Tisya sejak pandangan pertama dan akhirnya mereka jadian. Dengan rasa kaget gue langsung menutup pembicaraan di telepon dengan Tisya. Kepala ini semakin pusing ketika mendengar pembicaraan itu dan gue jadi merasa tidak enak badan. Ketika di sekolah, “Danar, Andra! rere ke mana ya? apa dia gak masuk hari ini?” Andra menarik tangan Tisya dan membicarakan semuanya tentang apa yang kemarin gue ceritakan kepada Andra. Tisya merasa kaget ketika sudah mendengar semuanya. Gue yang masih di kamar dengan ditemani selimut tebal dan masih terbaring dengan lemas mendengar pintu depan ada yang mengetuk-ngetuk, adik gue yang membukakan pintunya. Ternyata Danar, Andra dan Tisya yang masih memakai seragam sekolah. Membuka pintu kamar, masuk dan Tisya langsung memeluk gue. Tisya menangis dan merasa menyesal karena sudah menerima Danar sebagai pacarnya. Tisya menceritakan bahwa ia telah mengetahui apa yang gue rasakan sebenarnya melalui Andra. Gue mengusap air mata Tisya lalu Tisya mengatakan sesuatu. “Kenapa loe gak bilang dari dulu sih, re? kalo lu itu sebenernya…!” gue langsung memberhentikan perkataan Tisya “Udah Tis, gue rela ko demi sahabat gue! dan gue gak mau kalo Cuma gara-gara Danar persahabatan kita hancur?” “Apaa gue harus mutusin Danar, demi loe?” Tisya yang ingin bangun mengahampiri Danar tapi gue menahan tangan Tisya dan gue bilang “gak perlu Tis!” “Tapi re?” Andra yang tadinya ada di dekat gue, tiba-tiba terlihat ingin keluar dan sepertinya ingin menyendiri tapi gue langsung memanggil Andra. Gue memaksakan diri untuk menghampiri Andra, gue minta maaf kepada Andra, gue sadar selama ini perhatian Andra ke gue itu melebihi kepada seorang sahabat. Dan sekarang gue tau siapa yang pantas ada di hati gue, Andra tersenyum dan menjadi salah tingkah. Tapi, gue gak mau jadi pacar Andra sekarang, melainkan kalo udah lulus sma nanti. Dan Andra juga berjanji bahwa ia akan selalu setia untuk nungguin gue. THE END Cerpen Karangan selawati Blog / Facebook sellawatie[-at-] Nama Selawati TTL Bogor, 18 Maret 1997 Agama Islam Alamat kp. Pabuaran rt 02/11 Bojonggede Bogor Hobi Menulis Cerpen Antara Cinta dan Persahabatan merupakan cerita pendek karangan Selawati, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Belum Ada Judul Oleh Ati Santika S “Ck!” Sheira berdecak kesal sambil merebahkan dirinya ke ranjang. “Menyebalkan!” sambungnya, lalu menyimpan hp miliknya di atas bantal. “Kenapa lo kak?” ucap adik kembarnya, Tessa, yang sedang mengobrak-abrik lemari. Gerobak Dangdut Cinta Oleh Muhammad Rifki Suasana malam sudah mulai mencekam, lolongan anjing pun menambah kemistikan malam ini. Perkenalkan sebelumnya, nama gue Ricky ini kisah gue dan dua orang teman gue Darko dan Tomy, kita Trap On Trip Part 3 Oleh Al iz Kusuma Haaaahhh… Aku merebahkan diri pada hamparan pasir berbisik. Melihat sekitar yang masih tampak gelap gulita mengingatkanku pada sesuatu. Apa seperti ini ya padang mahsyar itu? Akhirnya dengan kekecewaan yang Hal Hal Terhorror Di Sekitarmu Oleh M Fauza Hanafi Aku menyilangkan kaki di sebuah cafe tak jauh dari tempat tinggalku. Di hadapanku seorang siswa SMA dan di sebelahku ada seorang siswa SMP. “Jadi..?” “Sehorror apa kisah lu?” tanyaku Aku Tak Butuh Jabatan Oleh Tsania Alfiina Firdaus Aku tak mengerti apa yang terjadi pada diriku. Apa yang membuatku salah di mata mereka sehingga aku harus dijauhi tanpa alasan yang jelas. Aku merasa sedih yang teramat, jiwaku “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan ApreliaKategori Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 8 March 2016 Namaku Fara. Aku punya sahabat yang bernama Fia. Kita memang belum lama bersahabat, tapi, kita sudah sangat dekat. Saat ini kita kelas X SMA. Dan di sekolah kita semua siswa kelas X wajib mengikuti ekskul pramuka. Dari ekskul pramuka inilah aku mengenal kakak senior yang namanya Kak Vano. Orangnya galak, tapi sebenarnya dia baik. Memang saat mengajar pramuka dia terlihat galak, tapi itu dia lakukan supaya adik-adiknya belajar pramuka dengan serius. Genap 1 tahun sudah ekskul pramuka ini berjalan. Itu artinya aku sudah naik kelas XI. Dan di kelas XI ini diadakan seleksi minat bagi yang ingin meneruskan ekskul pramuka, yaitu menjadi senior bagi adik kelasnya nanti. Aku dan Fia mengikuti seleksi ini. Dan setelah beberapa hari mengikuti proses seleksi, aku dan Fia dinyatakan lolos. Dan kita tinggal menunggu diklatnya saja. Satu minggu kemudian diklat diadakan. Dan diklat ini dilakukan bukan tanpa proses, tetapi masih melalui beberapa penempuhan juga. Penempuhan itu di antaranya seperti mencari bad, mencari seragam, dan lainnya. Penempuhan ini dilakukan 1 hari penuh, dan malam harinya peserta diklat baru diperbolehkan istirahat. Saat jam istirahat semua peserta diklat tidur termasuk sahabatku Fia. Tapi nggak tahu kenapa aku tidak bisa tidur. Dan aku malah ke luar dari tenda dan menuju api unggun. Saat aku ada di dekat api unggun Kak Vano datang. Aku sedikit takut sih, takut dimarahin karena aku nggak tidur. Tapi ternyata nggak seperti dugaanku, Kak Vano datang ke dekat api unggun karena dia juga tidak bisa tidur. Dan dia malah ngajak aku ngobrol. Dia tanya kenapa aku nggak bisa tidur, dia tanya apa karena aku kecapean, dia tanya bagaimana kesannya ikut diklat ini, dan lainnya. Dan dari itulah aku sadar kalau ternyata Kak Vano itu tidak segalak yang dikatakan teman-teman. Dan aku merasa nyaman ngobrol sama dia, sampai nggak terasa kalau sudah waktunya salat subuh. Lalu Kak Vano pun membangunkan semua peserta diklat untuk salat subuh berjamaah. Setelah salat subuh kegiatan demi kegiatan dimulai. Dari senam pagi, sampai upacara penutupan diklat. Setelah semua kegiatan selesai semua peserta diklat diperbolehkan pulang. Aku pulang mengendarai sepeda karena rumahku dekat dengan sekolah, tapi aku tidak langsung pulang karena masih menuggu Fia yang belum dijemput. Saat kita nunggu jemputan tiba-tiba Kak Vano datang dan menawarkan untuk mengantar Fia, dan Fia pun mau. Akhirnya mereka pulang bareng, dan nggak tahu kenapa hatiku rasanya nggak enak melihat Kak Vano pulang bareng Fia. Keesokan harinya seperti biasa aku datang ke sekolah pagi-pagi. Dan tiba-tiba aku disambut dengan suara cetarnya Fia. Dan Fia lansung menarikku ke tempat duduk lalu dia cerita tentang Kak Vano. Dia bilang kalau Kak Vano tanya banyak hal tentangku. Dan Fia bilang Kak Vano suka sama aku. Tapi aku nggak semudah itu untuk percaya, dan aku nggak mau kegeer-an. Siang harinya, saat pulang sekolah dan saat aku mengambil sepeda di tempat parkir aku melihat Kak Vano ada di dekat sepedaku. Dan saat aku mengambil sepeda Kak Vano langsung menghalangiku dan dia bilang ingin mengajakku ke luar setelah pulang sekolah nanti. Aku bingung jawab mau atau tidak, tapi akhirnya aku jawab mau. Akhirnya pulang sekolah kita jalan, dan setelah sampai di tempat yang kita tuju di situ Kak Vano bilang dia cinta sama aku. Tapi aku nggak bisa langsung memberikan jawaban, aku bilang kalau aku akan menjawab nanti kalau kita mau pulang. Dan hari semakin sore, kita pun bersiap untuk pulang. Dan ternyata Kak Vano nggak lupa dengan janjiku tadi, akhirnya aku harus menjawab dan jawabannya aku juga cinta sama Kak Vano. Akhirnya hari itu menjadi hari jadian kita. Keesokan harinya, aku datang ke sekolah dan aku langsung menemui Fia untuk menceritakan semua ini, Fia terlihat ikut bahagia mendengar ceritaku. Setelah aku banyak bercerita bel masuk berbunyi, jam pelajaran pun dimulai. Setelah beberapa mata pelajaran selesai saatnya jam pulang tiba. Aku pun langsung berjalan menuju tempat parkir. Di tengah perjalanan aku melihat Fia dan Kak Vano ngobrol serius. Dan tanpa sepengetahuan mereka aku mendekat untuk mendengarkan percakapan mereka. Dan aku mendengar sangat jelas, Fia menyatakan cinta ke Kak Vano. Saat itu juga air mataku jatuh, dan aku nggak bisa menahan langkah kakiku untuk menghampiri mereka. Aku pun langsung memutuskan hubunganku dengan Kak Vano dan aku putuskan untuk nggak mau ketemu dengan mereka dulu selama beberapa hari. Bukan maksudku menjauhi mereka atau tidak mau berhubungan dengan mereka lagi, tapi aku hanya butuh waktu untuk menenangkan diri saja. Satu minggu kemudian, aku temui mereka. Dan aku jelaskan pada mereka kalau aku hanya menganggap Kak Vano sebagai sahabat seperti aku aku menganggap Fia sebagai sahabatku meskipun aku tahu Kak Vano masih belum bisa terima semua ini. Tapi aku yakin ini yang terbaik, demi persahabatan aku korbankan cinta. SELESAI Cerpen Karangan Aprelia Blog Cerpen Antara Kita Dan Cinta merupakan cerita pendek karangan Aprelia, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Terima Kasih Oleh Putri Anggraini “Heena.. Heena..” Dinda memanggilku dari balik pagar. “Iya sebentar.” Jawabku keras. Seperti biasa setiap pagi Dinda selalu menghampiriku untuk berangkat ke sekolah bersama. “Hai…” Sapa seseorang pada kami, kami Di Detik Terindahmu Oleh Daffafa “Ma, Tifany main dulu ya” “jangan jauh jauh ya…” “siap ma” Besok adalah ulang tahun sahabatnya, Tifa sengaja pergi untuk membeli kado. Tifa ingin menjadi The First di detik Tak Bisakah Aku Seperti Mereka? Oleh Septi Liana Mentari berlalu untuk menyinari dunia kini kegelapan malam mulai nampak hanya sinar rembulan yang begitu indah memancar di balik awan hitam. Hari ini tepat pada tanggal 30 September 2015 Hanya dan Akan Tetap Menjadi Si Kecilmu Part 1 Oleh Devita Putri A Semua berawal dari masa orientasi kita. Ups. Tidak tidak. Hanya aku dan kamu. Bukan kita. Saat itu aku duduk tak jauh darimu. Awalnya aku takut denganmu, karena saat aku 10 November Part 1 Oleh Yusriyah Hamsa Hari ini hari upacara bendera dan seperti biasanya aku terlambat, akhirnya aku dihukum berdiri di tengah lapangan sampai pelajaran pertama selesai. Astaga, bayangkan saja di terik matahari pagi walaupun “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan Ananda Naftalia SaputraKategori Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 9 June 2017 Masa remaja adalah masa-masa yang menyenangkan bagi kita semua, masa itu tersimpan banyak kenangan-kenangan manis kita kepada pacar ataupun sahabat. Tetapi, dalam remaja seringkali merasakan kenangan-kenangan manis yang dilalui dengan pacar, apa sih sebenarnya pacar itu? Menurut aku nih pacar adalah seseorang yang memberikan kita pengertian tentang cinta dan kasih sayang, tapi sejujurnya tidak cuma pacar saja loh yang memberikan cinta dan kasih sayang. Contohnya kisah pengalaman pribadi diriku sendiri, aku mendapatkan cinta dan kasih sayang itu dari sahabat-sahabat terdekatku sampai sekarang. Menurut aku cinta dan kasih sayang dari sahabat itu lebih tulus daripada cinta dan kasih sayang yang diberikan pacar. Aku punya dua sahabat sewaktu aku masih duduk di bangku SMA namanya Fitri dan Widiya, mereka berdua adalah sahabat terbaikku sejak SMA sampai sekarang. Mereka setia menemaniku dalam keadaan suka maupun duka, aku pernah sih punya pacar tapi seseorang yang lebih setia menemaniku sampai sekarang ya kedua sahabatku itu. Si Fitri dia adalah sahabat terbaik yang aku temui, dia bertubuh kurus dan tinggi, kulitnya hitam manis, dan dia memiliki sifat yang dewasa, Fitri ini sering sekali memberikanku nasihat-nasihat tentang “jangan pacaran” dan dia sering kali memberikanku semangat untuk menjalani perkuliahan. Tidak lupa sahabatku yang satunya yaitu si Widiya, dia sahabat yang selalu sabar dengan segala sifatku yang labil, ciri-ciri dari Widiya ini orangnya pendiam, tinggi, dan seringkali dia ngejahilin aku. Tetapi mereka berdua tetap sahabat terbaikku, dan aku yakin cinta sayang yang mereka kasih lebih tulus dari pacarku. Pernah suatu hari kita sering banget bercandaan bertiga antara aku, Fitri dan Widiya, mereka sering banget ngejahilin aku, kejahilan mereka buat hanya semata-mata ingin membuatku tersenyum, uluh-uluh so sweet banget ya mereka berdua, hehe. Saat aku lagi kesepian dan sering sekali bikin grup chat di bbm untuk percakapan kita bertiga. Begini chatingan kita bertiga. Aku “haloo para fans ananda, apa kabar kalian semua?” sambil tertawa Fitri “huuu fans apaan nan, ini kenapa dibuat grup bbm?” Widiya “kabare apik nan, tapi aku bukan fansmu ya” Aku “hahaha ya tidak apalah aku bikin grup bbm biar kita gak susah chatingan satu persatu” aku tertawa terbahak-bahak Fitri dan Widiya hanya membaca chatinganku saja Terkadang kita bertiga seringkali melakukan percakapan yang tidak jelas, tetapi semua itu hanya untuk bercandaan dan tertawa bersama. Kami bertiga sudah bersahabat kurang lebih lima tahun, dan kami tidak sungkan untuk terbuka satu sama lain. Jika salah satu dari kami memiliki masalah, maka mereka berdua siap untuk membantu. Sahabat yang sejati adalah sahabat yang mau menolong satu sama lain, sahabat yang mau membagi suka dan duka, dan sahabat sejati tidak akan mungkin mengkhianati. Dan cinta tulus yang diberikan oleh sahabat tidak akan palsu, dan sahabat tidak akan meninggalkan kita disaat kita sedang bersedih, mereka pasti akan menghibur diri kita agar kita kembali tersenyum Cerpen Karangan Ananda Naftalia Saputra Facebook Ananda Naftalia Saputra Cerpen Perbedaan Cinta Tulus Antara Sahabat dan Pacar merupakan cerita pendek karangan Ananda Naftalia Saputra, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Kyln di Langit New York Oleh Ymir Kyln bukanlah seseorang yang begitu mencolok akan tetapi diriku mengikuti club atau ekskul Model United Nation MUN. Intinya merupakan grup perdebatan dan anggotanya akan bermain merepresentasikan sebuah negara. Ku Mengikuti Festival Oleh Lentera Langit Jingga Pada hari itu, sekitar bulan oktober 2016, aku diajak oleh mars kabaret subang untuk mengikuti festival di karawang se-3 provinsi jabar, dki, banten aku terpilih bersama teman temanku mewakili Girls Under Twilight Oleh Nafidzah Salsabila Firdausi Kupandangi lagi sosok di atas kursi roda itu. Kulangkahkan kakiku mendekatinya. Bertanya siapa namanya. Dia menjawab, “Elise”. Ingatanku jatuh ke masa lalu. Aku berlari penuh semangat. Tak sabar menceritakan Smarthree Oleh Axscores Devness Compny Assa dan Putri sudah dari kelas tiga akrab, bersahabat. Mereka cerdas, selalu disayangi guru dan teman-teman lainnya. Mereka selalu mengajari satu sama lain. Saat kelas lima, Assa bertemu degan Sahabat Sejati Oleh Asiah. Q. A Reyna, Olivia, Rey, dan Alen adalah sahabat sejati. Tapi belakangan ini Reyna dan Oliv lagi marahan, ada yang ingin persahabatan mereka hancur. Yaitu si Kiran. Kiran anak orang kaya, “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
cerpen antara sahabat dan cinta